Selasa, 27 November 2012

Laporan Cara Membuat Tape Singkong | Ega Agustiana

 
Pengenalan :
 Tape singkong adalah tape yang dibuat dari singkong yang difermentasi.Makanan ini populer di Jawa dan dikenal di seluruh tempat, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur. Di Jawa Barat, tapai singkong dikenalsebagai peuyeum (bahasa Sunda).Pembuatan tapai melibatkan umbi singkong sebagai substrat dan ragitapai (Saccharomyces cerevisiae) yang dibalurkan pada umbi yang telahdikupas kulitnya. Ada dua teknik pembuatan yang menghasilkan tapaibiasa, yang basah dan lunak, dan tapai kering, yang lebih legit dandapat digantung tanpa mengalami kerusakan.
Tujuan :
  1. Untuk mengetahui cara penerapan bioteknologi denganfermentasi tape. 
  2. Mengetahui peranan organisme Saccaromyces cereviceae dalamperagian.
Alat :
  1. Baskom 
  2. Kain Lap 
  3. Kompor 
  4. Panci Kukus 
  5. Penyaring 
  6. Piring 
  7. Pisau 
  8. Sendok & Garpu
Bahan :
  1. Air secukupnya 
  2. Daun pisang 
  3. Ragi yang telah dihaluskan 
  4. Singkong 2 kg
 
Cara Kerja :
  1. Siapkan semua bahan. 
  2. Kupas singkong dan kikis bagian kulit arinya hingga kesat. 
  3. Potong singkong yang telah dikupas sesuai keinginan. 
  4. Cuci hingga bersih singkong yang telah dipotong. 
  5. Sementara menunggu singkong kering, masukkan air ke dalampanci samapai kira – kira terisi seperempat lalu panaskan hinggamendidih. 
  6. Setelah air mendidih masukkan singkong ke dalam panci kukus,lalu kukus hingga singkong ¾ matang, kira – kira ketika ‘daging’singkong sudah bisa ditusuk dengan garpu. 
  7. Setelah matang, angkat singkong yang telah ¾ masak lalu taruhdi suatu wadah, kemudian didinginkan 
  8. Sambil mengipas – ngipas, teman satu kelompok kamimenyiapkan wadah sebagai tempat untuk mengubah singkongmenjadi tape. Wadah itu terdiri dari baskom yang bawahnyadilapisi dengan daun pisang. 
  9. Setelah singkong benar – benar dingin, masukkan singkong kedalam wadah lalu taburi dengan ragi yang telah dihaluskandengan menggunakan saringan 
  10. Singkong yang telah diberi ragi ini kemudian ditutupkembali dengan daun pisang. Singkong ini harusbenar – benartertutup agar mendapatkan hasil yang maksimal. 
  11. Setelah singkong ditutupi dengan daun pisang, diamkanselama 1-2 hari hingga sudah terasa lunak dan manis. Saat itulahsingkong telah menjadi tape.
Reaksi :
Reaksi dalam fermentasi singkong menjadi tape adalah glukosa(C6H12O6) yang merupakan gula paling sederhana , melalui fermentasiakan menghasilkan etanol (2C2H5OH). Reaksi fermentasi ini dilakukanoleh ragi, dan digunakan pada produksi makanan.
Persamaan Reaksi Kimia:
C6H12O6 + 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP

Penjabarannya:
Gula (glukosa, fruktosa, atau sukrosa) + Alkohol (etanol) + Karbondioksida + Energi 



Kesimpulan:
  1. Pembuatan tape termasuk dalam bioteknologi konvensional(tradisional) karena masih menggunakan cara-cara yang terbatas. 
  2. Pada proses pembuatan tape, jamur ragi akan memakan glukosayang ada di dalam singkong sebagai makanan untukpertumbuhannya, sehingga singkong akan menjadi lunak, jamurtersebut akan merubah glukosa menjadi alkohol. 
  3. Dalam pembuatan tape, ragi (Saccharomyces cereviceae)mengeluarkan enzim yang dapat memecah karbohidrat padasingkong menjadi gula yang lebih sederhana. Oleh karena itu,tape terasa manis apabila sudah matang walaupun tanpa diberigula sebelumnya. 
Kegagalan dalam pembuatan tape biasanya dikarenakan enzimpada ragi Saccharomyces cereviceae tidak pecah apabilaterdapat udara yang mengganggu proses pemecahan enzimtersebut.



 Sumber : 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar